Wajibnya Shalat Berjamaah

July 25, 2008

Oleh
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz

Pertanyaan
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz ditanya : Sebagian kaum muslimin sering ketinggalan shalat jama’ah tanpa udzur syar’i (alasan yang diperbolehkan). Sebagian lagi beralasan dengan pekerjaan-pekerjaan duniawi. Ketika mereka dinasehati, mereka tidak menghiraukannya bahkan sering membantah dengan mengatakan bawha shalat itu hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala dan tidak ada seorangpun yang boleh campur tangan di dalamnya. Bagaimana pendapat anda tentang perbuatan mereka itu? Mudah-mudahan Allah Subhanahu wa Ta’ala memberi petunjuk kepada mereka dan kepada kita semua.

Jawaban
Menasehati kaum muslimin dan mengingkari kemungkaran mereka adalah termasuk kewajiban yang utama, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.

“Artinya : Dan orang-orang yang beriman, laki-laki dan perempuan, sebagian mereka menjadi penolong sebagian yang lain. Mereka menyuruh yang ma’ruf dan melarang yang mungkar” [At-Taubah : 71]

Dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Artinya : Barangsiapa diantara kalian melihat kemungkaran, maka ubahlah dengan tangannya. Kalau dia tidak mampu, ubahlah dengan lisannya. Kalau dia tidak mampu, ubahlah dengan hatinya. Dan itulah selemah-lemah iman” [HR Muslim]

Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Artinya : Agama adalah nasihat”. Ada yang bertanya kepada beliau : “Untuk siapa ya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam?”. Beliau menjawab : “Untuk Allah, Kitab-Nya, Rasul-Nya, imam-imam kaum muslimin dan kebanyakan kaum muslimin” [HR Muslim]

Tidak diragukan lagi bahwa meninggalkan shalat jama’ah tanpa udzur adalah termasuk kemungkaran yang wajib diingkari. Karena shalat lima waktu di masjid dengan berjama’ah adalah kewajiban bagi laki-laki. Hal ini berdasarkan hadits-hadits yang sangat banyak, diantaranya sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Diantaranya sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

“Artinya : Barangsiapa yang mendengar panggilan adzan kemudian dia tidak datang (ke masjid untuk shalat berjama’ah), maka tidak ada shalat baginya kecuali jika ada udzur/halangan” [HR Ibnu Majah-pent]

Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Ad-Daruquthni dan lain-lain dengan sanad jayid dishahihkan oleh Imam Hakim.

Dan diriwayatkan juga dalam sebuah hadits shahih bahwa.

“Artinya : Ada seorang laki-laki buta datang kepada Nabi dan berkata : ‘Wahai Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, saya tidak mempunyai seorang penuntun yang bisa menuntun saya ke masjid. Adakah keringanan bagi saya untuk shalat di rumah ? Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata : Apakah kamu mendengar panggilan adzan? Orang itu menjawab : Ya. Lalu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : kalau begitu kamu wajib datang ke masjid” [HR Muslim : 1044]

Dan hadits-hadits yang semakna dengan ini jumlahnya cukup banyak.

Oleh karena itu, seorang muslim apabila dinasihati oleh saudaranya, dia tidak boleh marah dan tidak boleh menolak kecuali dengan cara yang baik. Justru sepatutnya dia berterima kasih kepada saudaranya yang mengajak kepada kebaikan dan ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dia tidak boleh bersikap sombong terhadap orang yang mengajak kepada kebenaran, karena Allah Subhanahu wa Ta’ala mencela dan mengancam orang yang bersifat seperti ini dengan azab Jahannam, sebagaimana firman-Nya.

“Artinya : Dan apabila dikatakan kepadanya : Bertakwalah kepada Allah, bangkitlah kesombongannya berbuat dosa. Maka cukuplah Jahannam baginya dan itulah sejelek-jelek tempat” [Al-baqarah ; 206]

Kita memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar memberi petunjuk kepada seluruh kaum muslimin.

[Disalin dari kitab Al-Fatawa Juz Tsani, Penulis Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz, Edisi Indonesia Fatawa bin Baaz, Penerjemah Abu Abdillah Abdul Aziz, Penerbit At-Tibyan Solo]

http://www.almanhaj.or.id/content/1140/slash/0

Entry Filed under: Shalat. Tags: , , , .

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Assalaamu ‘alaikum

Ahlan wa sahlan, selamat datang di arifabutholhah.wordpress.com. Blog ini berisi artikel-artikel Islam yang diambil dari berbagai sumber, antum boleh mengambil dan menyebarluaskan artikel-artikel tersebut dengan menyertakan sumbernya. Mohon koreksi jika ada yang salah. Jazaakumullaahu khoiron atas kunjungan dan kerjasamanya.

Halaman

Kalender

July 2008
S M T W T F S
    Aug »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Smart Mark Reader

Jika antum ingin tahu lebih banyak tentang teknologi untuk mendesain Lembar Jawab Komputer, membaca dan mengoreksinya, disertai analisisnya silakan kunjungi http://smrindonesia.com

Kategori

Sedikit Mengingatkan

Dari Abi Hurairah, beliau berkata : Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “ Iman itu terdiri dari tujuh puluh atau enam puluh sekian cabang. Yang paling afdhal adalah ucapan Laa ilaaha illallaah , dan yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalan. Dan malu adalah salah satu cabang dari iman. “ Hadits ini dikeluarkan oleh Imam Muslim di dalam shahihnya

Blogroll

Artikel Terbaru

Arsip

Komentar Terbaru

info ternak on Keutamaan Ramadhan
Arif Darmawan on Tanda Keikhlasan Adalah Menyem…
syifa on Tanda Keikhlasan Adalah Menyem…
deden hms on Cinta Kepada Allah
Wanah on Kisah Ashhabul Ukhdud

Sedikit Nasehat

Dari ‘Ubadah bin Shomit – radhiyallaahu’anhu – berkata, telah bersabda Rasulullah : Barang siapa yang bersyahadat laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syarikalahu. Dan (bersaksi) bahwasannya Muhammad adalah seorang hamba Allah dan Rasul Nya. Dan bahwasannya ‘Isa adalah hamba Allah, Rasul Nya dan kalimat Nya yang disampaikan Nya kepada Maryam, serta ruh daripada Nya. Dan (bersaksi bahwasannya) sorga adalah benar adanya dan nerakapun benar adanya. Maka Allah pasti akan memasukkannya ke dalam sorga bagaimanapun amalannya. (Diriwayatkan oleh Bukhori : Kitabul Anbiya’ no 3435 ; Muslim : Kitabul Iman no 46,47 ; dan Ahmad : 5/314)

Blog Stats

Top Posts

Top Clicks

Cem-Macem

Spam Blocked

Tags

Adab Adzan akhlak Al-Isyq Cinta Dakwah Definisi 'Id dosa Firqah Hukum Shalat 'Id Iblis Iqomah Iyas bin Mu’awiyah bin Qurrah Al-Muzanni Jamaah Jin Khamr Manhaj Masjid Nasehat Qadha Sakit Salaf sandal Shaf Shalat Shalat jamaah Shalat Sunnah Shifat Shalat 'Id Sunnah 'Id Syahadat Syaithan Syirik Tafsir QS. Al-An'am: 82 Tafsir QS. Al-Baqarah: 165 Tafsir QS. Al-Isra': 57 Tafsir QS. Al A'raf : 191-192 Tafsir QS. At-Taubah: 24 Tafsir QS. At-Taubah: 31 Tafsir QS. Az-Zukhruf: 26-27 Tafsir QS.Fathir : 13-14 Tauhid Tempat Shalat 'Id ulama Waktu Shalat 'Id Wanita