Archive for July 29th, 2008
Shaf Dalam Shalat (2)
Di antara kewajiban imam adalah memeriksa barisan shalat dan menyuruh makmum untuk mengisi lobang yang masih kosong. Baru setelah dia melihat bahwa shafnya telah lurus, dia boleh memulai takbir. Hal ini sebagaimana yang telah dikerjakan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Dari an Nu’man ibn Basyir Radhiallahu ‘Anhu ,dia berkata: “Dulu Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam selalu meluruskan shaf-shaf kita sampai mirip dengan lurusnya anak panah. (Hal itu dikerjakan) sampai beliau melihat bahwa kita semua telah memenuhi permintaannnya (untuk meluruskan shaf). Pada suatu hari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam keluar untuk melakukan shalat berjama’ah. Beliau berdiri sampai hampir saja melakukan takbir. Lantas beliau melihat ada seorang desa memasuki shaf (dan tidak meluruskannya). Maka beliau bersabda: “Wahai hamba-hamba Allah, hendaklah kalian meluruskan shaf kalian atau Allah akan menjadikan pertentangan (permusuhan) di antara wajah kalian.” (Diriwayatkan oleh Muslim didalam al Shahih).
(more…)
1 comment July 29, 2008
Shaf Dalam Shalat (1)
Agar seseorang bisa mengerjakan shalatnya dengan baik, maka dia harus mengetahui segala ilmunya. Karena amal perbuatan yang tidak disertai dengan ilmu, niscaya tidak akan diterima oleh Allah. Dalam hal ini shaf merupakan salah satu bagian penting dalam pelaksanaan ritual shalat berjama’ah.
Dari Jabir ibn Samrah Radhiallahu ‘Anhu, dia berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda yang artinya: “Tidakkah kalian berbaris seperti ketika para malaikat berbaris di hadapan Tuhannya?” Kami berkata: “Wahai Rasulullah, bagaimana para malaikat berbaris ketika menghadap Tuhan mereka?” Beliau bersabda: “Mereka menyempurnakan shaf sebaris demi sebaris. Mereka juga menyempurnakan shaf-shaf tersebut.” (Diriwayatkan oleh Muslim di dalam Al-Shahih nomor 430 , al Nasaa’i di dalam al mujtabaa (II/72) dan Ibnu Khuzaimah di dalam al Shahih nomor 1544).
(more…)
Add comment July 29, 2008
Sekilas Tentang Jin, Syaithan dan Iblis
Definisi Jin
Jin menurut arti bahasa berasal dari lafatz ijtinan yang berarti istitar (sembunyi) dari lafazh jannahul lail, yaitu jika malam menutupinya sebagaimana yang difirmankan Allah dalam surat Al An’am ayat 76 tentang kisah nabi Ibrahim artinya: “Ketika malam telah menjadi gelap, dia melihat sebuah bintang (lalu) dia berkata:Inilah Tuhanku”. Mereka sembunyi dan tidak terlihat oleh mata manusia maka disebut jin, mereka bisa melihat manusia tetapi mereka tidak bisa dilihat oleh manusia sebagaimana firman Allah, artinya: ” Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka.” (Al A’raaf 27).
(more…)
1 comment July 29, 2008
Keistimewaan Tauhid dan Dosa-dosa Yang Diampuni Karenanya
Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab
Firman Allah Ta’ala: “Orang-orang yang beriman dan tidak menodai iman mereka dengan kedhaliman (syirik) mereka itulah orang-orang yang mendapat ketenteraman dan mereka itu adalah orang-orang yang menepati jalan hidayah.” (Al-An’am: 82)
Iman yaitu ucapan hati dan lisan yang disertai dengan perbuatan, diiringi dengan ketulusan niat Lillah dan dilandasi dengan berpegang teguh kepada sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Syirik disebut kedhaliman, karena syirik adalah perbuatan menempatkan sesuatu ibadah tidak pada tempatnya dan memberikannya kepada yang tidak berhak menerimanya.
(more…)
Add comment July 29, 2008