Archive for August 2nd, 2008
Bimbingan Berhari Raya Idul Fithri (2)
Tidak Ada Adzan dan Iqamah Sebelum Shalat ‘Id
Dari Ibnu ‘Abbas dan Jabir, semoga Allah meridloi keduanya, keduanya berkata :
لَمْ يَكُنْ يُأَذِّنُ يَوْمَ اْلفِطْرِ وَلاَ يَوْمَ اْلأَضْحَى
Tidak pernah ada adzan pada hari ‘Idul Fithri dan hari ‘Idul Adh-ha. (Muttafaqun ‘alaihi)
Dari Jabir bin Samurah, semoga Allah meridloinya, ia berkata :
صَلَّيْتُ مَعَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ اْلعِيْدَيْنِ غَيْرَ مَرَّةٍ وَلاَ مَرَّتَيْنِ بِغَيْرِ أَذَانٍ وَلاَ إِقَامَةٍ
Saya shalat bersama Rasulullah shallaallahu ‘alaihi wasallam pada dua hari raya, sekali atau dua kali, tanpa adzan dan tanpa iqamat. (H.R. Muslim)
Ibnul Qayyim, semoga Allah merahmatinya, berkata, “Dahulu ketika Nabi shallaallahu ‘alaihi wasallam sampai ke tanah lapang Beliau memulai shalat tanpa adzan dan iqamat ataupun ucapan “ash shalatu jami’ah”. Dan yang sunnah, untuk tidak dikerjakan semua itu”. (Zaadul Ma’ad, 1/427)
(more…)
1 comment August 2, 2008
Bimbingan Berhari Raya Idul Fithri (1)
Mengapa Dinamakan ‘Id?
Secara bahasa, ‘id ialah sesuatu yang kembali dan berulang-ulang. Sesuatu yang biasa datang dan kembali dari satu tempat atau waktu.
Kemudian, dinamakan ‘id, karena Allah kembali memberikan kebaikan dan berbuka setelah kita berpuasa dan membayar zakatul fithri. Dan dengan disempurnakannya haji, setelah diperintahkan thawaf dan menyembelih binatang kurban. Karena biasanya pada waktu-waktu seperti ini terdapat kesenangan dan kebahagiaan.
(more…)
Add comment August 2, 2008
Mengapa Khamr Haram?
(Sepenggal Kisah Tentang Kecerdasan Iyas bin Mu’awiyah bin Qurrah Al-Muzanni)
Iyas bin Mu’awiyah bin Qurrah Al-Muzanni lahir pada tahun 46 H di daerah Yamamah Nejed. Kemudian beliau pindah ke Bashrah beserta seluruh keluarganya. Di sanalah beliau tumbuh berkembang dan belajar. Beliau sering mondar-mandir ke Damaskus ketika masih belia untuk menimba ilmu dari sisa-sisa sahabat yang mulia dan tokoh-tokoh tabi’in yang agung. Telah nampak bakat dan kecerdasan beliau sejak kecil. Orang-orang sering membicarakan kehebatan dan kecerdasannya. Tersebarlah berita tentang kecerdasan Iyas, (more…)
Add comment August 2, 2008
Terapi Rasulullah Menyembuhkan Penyakit Cinta (3)
Terapi penyakit al isyq
Sebagai salah satu jenis penyakit, tentulah al isyq dapat disembuhkan dengan terapi-terapi tertentu. Diantara terapi tersebut adalah sebagai berikut :
Jika terdapat peluang bagi orang yang sedang kasmaran tersebut untuk meraih cinta orang yang dikasihinya dengan ketentuan syariat dan suratan taqdirnya, maka inilah terapi yang paling utama. Sebagaimana terdapat dalam shahihain dari riwayat Ibn Mas’ud r.a., bahwa Rasulullah s.a.w. bersabda yang artinya,
“Hai sekalian pemuda, barangsiapa yang mampu untuk menikah, maka hendaklah dia menikah. Barangsiapa yang belum mampu, maka hendaklah dia berpuasa. Karena puasa dapat menahan dirinya dari ketergelinciran (kepada perbuatan zina).”
(more…)
Add comment August 2, 2008
Terapi Rasulullah Menyembuhkan Penyakit Cinta (2)
Bagaimana virus al-’isyq bisa berjangkit ?
Penyakit al-isyq terjadi karena dua sebab. Pertama, karena menganggap indah apa-apa yang dicintainya. Kedua, perasaan ingin memiliki apa yang dicintainya. Jika salah satu dari dua faktor ini tak ada niscaya virus ini tidak akan berjangkit –walaupun penyakit kronis ini telah membingungkan banyak orang dan sebagian pakar berupaya memberikan terapinya. Namun solusi yang diberikan belum mengena.
(more…)
Add comment August 2, 2008
Terapi Rasulullah Menyembuhkan Penyakit Cinta (1)
Virus hati yang bernama al-isyq (cinta), ternyata telah memakan banyak korban. Mungkin anda pernah mendengar seorang remaja nekad bunuh diri disebabkan putus cinta atau tertolak cintanya. Atau anda pernah mendengar kisah Qois yang tergila-gila pada Laila. Kisah cinta yang bermula sejak mereka bersama menggembala domba sewaktu kecil hingga dewasa. Akhirnya sungguh tragis, Qois benar-benar menjadi gila ketika Laila dipersunting oleh pria lain. Apakah anda pernah mengalami problema seperti ini atau sedang mengalaminya? Mari kita simak terapi mujarab yang disampaikan Ibnul Qoyyim dalam karya besarnya Zaadul Ma’ad.
(more…)
Add comment August 2, 2008