Kedudukan Nasehat Dalam Agama

October 28, 2008

Naskah Hadits

عَنْ تَمِيْمٍ الدَّارِيِّ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: الدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ, قُلْنَا: لِمَنْ؟ قَالَ: ِللهِ وَلِكِتَابِهِ وَلِرَسُوْلِهِ وَِلأََئِمَّةِ الْمُسْلِمِيْنَ وَعَامَّتِهِمْ.

Dari Tamîm ad-Dâriy bahwasanya Nabi SAW., bersabda, “(Pondasi/pilar) Agama itu (Islam) adalah nasehat.” Lalu kami bertanya, “Untuk siapa?.” Beliau menjawab, “Untuk Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya dan seluruh pemimpin kaum Muslimin dan orang-orang awam mereka.” (HR.Muslim)

Kosa Kata

- Menurut pengertian bahasa, kata النصيحة berasal dari akar النصح yang maknanya adalah الخلوص (Murni). Dalam penggunaannya sering diungkapkan dengan نَصَحْتُ اْلعَسَلَ ; yakni bila aku memurnikan dan menyaring madu dari sarang lebah.

Sedangkan menurut pengertian syari’at, makna nasehat adalah “Perhatian hati terhadap orang yang dinasehati.” “Suatu ungkapan untuk menyatakan keinginan berbuat baik terhadap orang yang dinasehati.”

- Makna kalimat أئمة المسلمين : Para penguasa dan ulama kaum Muslimin

Pesan Hadits

1. Hadits di atas menunjukkan betapa seriusnya masalah nasehat di dalam Islam sebab Rasulullah SAW., telah menjadikannya sebagai agama (dien).

2. Konsep tentang nasehat dalam Dienul Islam adalah konsep yang universal, yaitu untuk Allah Ta’ala, Kitab-Nya, Rasul-Nya para Imam (pemimpin) kaum Muslimin dan kaum awam mereka.

3. Yang dimaksud dengan nasehat untuk Allah Ta’ala adalah beriman kepada-Nya, mengesakan-Nya di dalam hal rububiyyah, uluhiyyah dan Asma` dan Sifat –Nya. Demikian pula, menjadikan niat ikhlas semata karena-Nya di dalam beribadah, melakukan perbuatan ta’at, menjauhi perbuatan maksiat serta di dalam mengemban kewajiban-kewajibannya secara sempurna.

4. Yang dimaksud dengan nasehat untuk kitab-Nya adalah beriman kepada semua kitab-kitab Samawi yang diturunkan dari sisi Allah Ta’ala secara global, beriman kepada al-Qur’an al-Karim secara rinci, mengimani bahwa ia adalah Kalamullah yang diturunkan kepada Rasul-Nya, yang bernilai ibadah membacanya, terpelihara dari penambahan maupun pengurangan, tidak dapat didatangkan oleh tangan batil baik dari hadapannya maupun dari belakang. Ia adalah al-Qur’an yang diturunkan dari Dzat Yang Maha Agung lagi Maha Terpuji. Kemudian juga dengan cara membacanya, menghafal, merenungi, mentadabburi maknanya, memahami ayat-ayatnya dan mengamalkannya. Pokoknya belajar, mengajarkan dan menjadikannya sebagai pemutus (hakim).

5. Yang dimaksud dengan nasehat untuk Rasul-Nya adalah membenarkannya dan mengikuti risalahnya, beriman kepada segenap wahyu yang dibawanya baik secara global maupun terperinci, menta’ati perintahnya, beriman kepada berita yang dibawanya, berhenti dari melakukan apa yang dilarangnya, tidak beribadah kecuali sesuai dengan apa yang disyari’atkannya. Kemudian, juga dengan mencintainya, mengamalkan sunnahnya, mempraktikkan dan menyiarkannya serta membela dan mempertahankannya.

6. Yang dimaksud dengan nasehat untuk para pemimpin kaum Muslimin adalah merasa senang bila mereka dalam kondisi baik, mendapat petunjuk dan berlaku adil, umat bersatu untuk mendukung mereka, ta’at kepada mereka selama bukan dalam perbuatan maksiat, memberikan masukan dan sumbang saran (musyawarah) yang bermanfa’at kepada mereka, berdoa untuk kebaikan mereka; agar mereka mendapat petunjuk dan berjalan di jalan yang tepat. Tidak lupa, antusias membantu mereka di dalam menegakkan syari’at Allah.

7. Yang dimaksud dengan nasehat untuk orang-orang awam kaum Muslimin adalah nasehat yang diberikan oleh para penguasa terhadap orang yang di bawah kekuasaan mereka dengan cara menegakkan keadilan di antara mereka, berlemah-lembut terhadap mereka, selalu berusaha memberikan hal yang bermashlahat bagi mereka, membela hak-hak mereka serta tidak berlaku zhalim terhadap mereka.

8. Nasehat juga dapat dilakukan oleh orang-orang awam/biasa dari kalangan kaum Muslimin terhadap sebagian mereka melalui amar ma’ruf nahi munkar, mengajak kepada kebajikan, menunjukkan jalan ke arah itu, menutup aib mereka, tidak berbuat ghibah (menggunjing) terhadap mereka serta senang mereka mendapatkan kebaikan sebagaimana bila hal itu terjadi pada dirinya.

9. Tingkatan nasehat yang paling tinggi adalah memberikannya di kala memang dibutuhkan. Rasulullah ketika menjelaskan hak-hak seorang Muslim bersabda, “…Dan bila dia meminta nasehatmu, maka berilah ia nasehat.” (HR.Muslim)

10. Perlu disinggung di sini, bahwa hal yang perlu diperhatikan adalah terkait dengan etika memberikan nasehat yang wajib bagi seorang penasehat untuk memilikinya, diantaranya:
- Menjadikan nasehat itu semata-mata ikhlas karena Allah Ta’ala
- Hendaknya terjadi secara rahasia antara pemberi nasehat dan orang yang dinasehat
- Diucapkan dengan ucapan yang manis dan rasa tawadlu yang tinggi

Bila dilakukan demikian, tentunya nasehat tersebut akan mudah direspons secara positif oleh si ternasehat, plus mendapatkan pahala yang lebih banyak dari Allah Ta’ala.

(SUMBER: Silsilah Manâhij Dawrât al-‘Ulûm asy-Syar’iyyah- Fi`ah an Nâsyi`ah- karya Prof.Dr.Muhammad bin Fâlih ash-Shaghîr, et.ali., h.63-65)
alsofwah.or.id

Entry Filed under: Nasehat. Tags: .

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Assalaamu ‘alaikum

Ahlan wa sahlan, selamat datang di arifabutholhah.wordpress.com. Blog ini berisi artikel-artikel Islam yang diambil dari berbagai sumber, antum boleh mengambil dan menyebarluaskan artikel-artikel tersebut dengan menyertakan sumbernya. Mohon koreksi jika ada yang salah. Jazaakumullaahu khoiron atas kunjungan dan kerjasamanya.

Halaman

Kalender

October 2008
S M T W T F S
« Aug   Nov »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Smart Mark Reader

Jika antum ingin tahu lebih banyak tentang teknologi untuk mendesain Lembar Jawab Komputer, membaca dan mengoreksinya, disertai analisisnya silakan kunjungi http://smrindonesia.com

Kategori

Sedikit Mengingatkan

Dari Abi Hurairah, beliau berkata : Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “ Iman itu terdiri dari tujuh puluh atau enam puluh sekian cabang. Yang paling afdhal adalah ucapan Laa ilaaha illallaah , dan yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalan. Dan malu adalah salah satu cabang dari iman. “ Hadits ini dikeluarkan oleh Imam Muslim di dalam shahihnya

Blogroll

Artikel Terbaru

Arsip

Komentar Terbaru

info ternak on Keutamaan Ramadhan
Arif Darmawan on Tanda Keikhlasan Adalah Menyem…
syifa on Tanda Keikhlasan Adalah Menyem…
deden hms on Cinta Kepada Allah
Wanah on Kisah Ashhabul Ukhdud

Sedikit Nasehat

Dari ‘Ubadah bin Shomit – radhiyallaahu’anhu – berkata, telah bersabda Rasulullah : Barang siapa yang bersyahadat laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syarikalahu. Dan (bersaksi) bahwasannya Muhammad adalah seorang hamba Allah dan Rasul Nya. Dan bahwasannya ‘Isa adalah hamba Allah, Rasul Nya dan kalimat Nya yang disampaikan Nya kepada Maryam, serta ruh daripada Nya. Dan (bersaksi bahwasannya) sorga adalah benar adanya dan nerakapun benar adanya. Maka Allah pasti akan memasukkannya ke dalam sorga bagaimanapun amalannya. (Diriwayatkan oleh Bukhori : Kitabul Anbiya’ no 3435 ; Muslim : Kitabul Iman no 46,47 ; dan Ahmad : 5/314)

Blog Stats

Top Posts

Top Clicks

Cem-Macem

Spam Blocked

Tags

Adab Adzan akhlak Al-Isyq Cinta Dakwah Definisi 'Id dosa Firqah Hukum Shalat 'Id Iblis Iqomah Iyas bin Mu’awiyah bin Qurrah Al-Muzanni Jamaah Jin Khamr Manhaj Masjid Nasehat Qadha Sakit Salaf sandal Shaf Shalat Shalat jamaah Shalat Sunnah Shifat Shalat 'Id Sunnah 'Id Syahadat Syaithan Syirik Tafsir QS. Al-An'am: 82 Tafsir QS. Al-Baqarah: 165 Tafsir QS. Al-Isra': 57 Tafsir QS. Al A'raf : 191-192 Tafsir QS. At-Taubah: 24 Tafsir QS. At-Taubah: 31 Tafsir QS. Az-Zukhruf: 26-27 Tafsir QS.Fathir : 13-14 Tauhid Tempat Shalat 'Id ulama Waktu Shalat 'Id Wanita