Archive

Archive for the ‘Aqidah’ Category

Semua Amal Perbuatan Tergantung Kepada Niatnya

February 2, 2009 Leave a comment

عن أمير المؤمنين أبي حفص عمر بن الخطاضي الله عنه قال: سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: إنما الأعمال بالنيات, وإنما لكل امرئ ما نوى. فمن كانت هجرته إلى الله ورسوله فهجرته إلى الله ورسوله, ومن كانت هجرته لدنيا يصيبها, أو امرأة ينكحها فهجرته إلى ما هاجر إليه. {رواه إماما المحدثين أبو عبد الله محمد بن إسماعيل بن إبراهيم بن المغيرة بن بردزبه البخاري وأبو الحسين مسلم بن الحجاج بن مسلم القشيري النيسابوري في صحيحيهما الذين هما أصح الكتب المصنفة}.

Artinya: Dari Amir Mukminin Abi Hafsh Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu ‘anhu berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ”Sesungguhnya segala amal tergantung pada niatnya, dan sesungguhnya setiap orang mendapatkan apa yang diniatkannya. Barangsiapa yang hijrahnya karena Allah dan rasul-Nya, maka hijrahnya karena Allah dan rasul-Nya. Dan barangsiapa yang hijrahnya karena dunia yang akan diraihnya atau wanita yang akan dinikahinya, maka hijrahnya kepada apa yang diniatkannya.” (HR. Dua Imam Muhadditsin (ahli hadits) Abu Abdillah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin Al-Mughirah bin Bardizbah Al-Bukhari dan Abu Al-Husain Muslim bin Al-Hajjaj bin Muslim Al-Qusyairi An-Naisaburi didalam dua kitab shahih mereka yang keduanya adalah kitab yang paling shahih (benar) yang ditulis (manusia).
Read more…

Categories: Aqidah

Sungguh Allah Ta’ala Maha Pemurah

February 2, 2009 1 comment

Dari Ibnu ‘Abbas radhiallaahu ‘anhuma dari Nabi Shallallâhu ‘alaihi wasallam tentang apa yang diriwayatkan dari Rabb-nya ‘Azza Wa Jalla, Dia berfirman: Beliau bersabda: “sesungguhnya Allah mencatatkan seluruh kebaikan dan keburukan, kemudian (Dia Ta’ala) menjelaskan hal itu; barangsiapa yang berkeinginan untuk melakukan suatu kebaikan namun dia belum melakukannya (tidak jadi), maka Allah telah mencatat baginya satu kebaikan secara sempurna; jika dia berkeinginan untuk melakukannya, lantas dia (jadi) melakukannya, maka Allah telah mencatatkan baginya disisiNya sebanyak sepuluh kebaikan hingga tujuh ratus kali lipat, hingga berlipat-lipat; dan barangsiapa yang berkeinginan untuk melakukan suatu keburukan namun dia belum melakukannya (tidak jadi), maka Allah telah mencatatkan baginya disisiNya satu kebaikan secara sempurna; jika dia berkeinginan untuk melakukannya lantas dia (jadi) melakukannya maka Allah telah mencatatkan baginya satu keburukan”. (H.R.Muttafaqun ‘alaih)
Read more…

Categories: Aqidah

Ancaman Berdusta Atas Nama Rasulullah SAW (2)

February 2, 2009 Leave a comment

Abdul Hakim bin Amir Abdat

Halaman dua dari dua tulisan

Dibawah ini akan saya jelaskan lebih luas lagi :

1. MAKNA DUSTA

Berkata Imam Nawawi di kitabnya Al-Adzkar (halaman 326) : “Ketahuilah ! Sesungguhnya menurut madzhab Ahlus Sunnah bahwa dusta itu ialah : Mengkabarkan tentang sesuatu yang berlainan (berbeda/menyalahi) keadaannya. Sama saja apakah engkau lakukan (dusta itu) dengan sengaja atau karena kebodohanmu (tidak sengaja), akan tetapi tidak berdosa kalau karena kebodohan (tidak sengaja) dan berdosa kalau dilakukan dengan sengaja”.
(baca juga syarah Muslim 1/69).

Berkata Al-Hafidz Ibnu Hajar di Al-Fath (1/211): Artinya : “Sesungguhnya dusta itu ialah : Mengkabarkan tentang sesuatu yang berlainan dengan keadaannya”. Read more…

Categories: Aqidah

Ancaman Berdusta Atas Nama Rasulullah SAW (1)

February 2, 2009 Leave a comment

Abdul Hakim bin Amir Abdat

Halaman satu dari dua tulisan

Dalam masalah ini, kami tunjukkan sejumlah hadits-hadits shahih, tentang ancaman yang sangat berat dan adzab yang sangat mengerikan kepada para pendusta dan pemalsu hadits atas Nabi SAW.

Hadits-hadist tersebut ialah :

……….. “Man kadzaba a’laiya muta’ammidan palyatabawwa maq’adahu minannaar”.

Artinya : Dari Abi Hurairah, ia berkata. Telah bersabda Rasulullah SAW “Barang siapa yang berdusta atasku (yakni atas namaku) dengan sengaja, maka hendaklah ia mengambil tempat duduknya (yakni tempat tinggalnya) di neraka”.
(Hadits shahih dikeluarkan oleh Imam Bukhari (1/36) dan Muslim (1/8) dll)
Read more…

Categories: Aqidah

Termasuk Iman Kepada Allah: Sabar Atas Segala Takdirnya

October 18, 2008 Leave a comment

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab

Firman Allah Ta’ala (artinya):

“Tiada sesuatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah; dan barangsiapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (At-Taghabun: 11)

‘Alqamah (‘Alqamah bin Qais bin ‘Abdullah bin Malik An-Nakha’i. Salah seorang tokoh dari ulama tabi’in. Dilahirkan pada masa hidup Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. Meninggal th. 62 H / 681M) menafsirkan iman yang tersebut dalam ayat ini dengan mengatakan:

“Yaitu: orang ketika ditimpa musibah ia meyakini bahwa itu semua dari Allah, maka ia pun ridha dan pasrah (atas takdir-Nya).”

Diriwayatkan dalam Shahih Muslim dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya:
“Ada dua perkara masih dilakukan orang, padahal kedua-duanya adalah kufur, yaitu: mencela keturunan dan meratapi orang mati.”
Read more…

Categories: Aqidah Tags: ,

Syirik, Definisi dan Jenisnya

August 10, 2008 Leave a comment

Oleh : Nur Ahmad Setiawan, S.T.

A. Definisi Syirik
Syirik yaitu menyamakan selain Allah dengan Allah dalam hal-hal yang merupakan kekhususan Allah, seperti berdo’a kepada selain Allah disamping berdo’a kepada Allah, atau memalingkan suatu ibadah seperti menyembelih (kurban), bernadzar, berdo’a dan sebagainya kepada selain-Nya.
Karena itu, barangsiapa menyembah selain Allah berarti ia telah meletakkan ibadah bukan pada tempatnya dan memberikan ibadah tersebut kepada yang tidak berhak, dan itu adalah kedholiman yang paling besar. Allah berfirman :
إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ
“Sesunggguhnya menyekutukan (Allah) adalah benar-benar kedholiman yang besar.” (Luqman:13).

Allah tidak mengampuni orang musyrik, jika ia meninggal dunia dalam kemusyrikannya. Allah berfirman:
إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa selain (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendakiNya.” (An-Nisa’:48).
Read more…

Sekilas Tentang Jin, Syaithan dan Iblis

July 29, 2008 6 comments

Definisi Jin

Jin menurut arti bahasa berasal dari lafatz ijtinan yang berarti istitar (sembunyi) dari lafazh jannahul lail, yaitu jika malam menutupinya sebagaimana yang difirmankan Allah dalam surat Al An’am ayat 76 tentang kisah nabi Ibrahim artinya: “Ketika malam telah menjadi gelap, dia melihat sebuah bintang (lalu) dia berkata:Inilah Tuhanku”. Mereka sembunyi dan tidak terlihat oleh mata manusia maka disebut jin, mereka bisa melihat manusia tetapi mereka tidak bisa dilihat oleh manusia sebagaimana firman Allah, artinya: ” Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka.” (Al A’raaf 27).
Read more…

Categories: Aqidah Tags: , ,

Keistimewaan Tauhid dan Dosa-dosa Yang Diampuni Karenanya

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab

Firman Allah Ta’ala: “Orang-orang yang beriman dan tidak menodai iman mereka dengan kedhaliman (syirik) mereka itulah orang-orang yang mendapat ketenteraman dan mereka itu adalah orang-orang yang menepati jalan hidayah.” (Al-An’am: 82)

Iman yaitu ucapan hati dan lisan yang disertai dengan perbuatan, diiringi dengan ketulusan niat Lillah dan dilandasi dengan berpegang teguh kepada sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Syirik disebut kedhaliman, karena syirik adalah perbuatan menempatkan sesuatu ibadah tidak pada tempatnya dan memberikannya kepada yang tidak berhak menerimanya.
Read more…

Tafsiran “Tauhid” Dan Syahadat “Laa ilaha illa Allah”

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab

Firman Allah Ta’ala: “Orang-orang yang diseru oleh kaum musyrikin itu, mereka sendiri senantiasa berusaha untuk mendekatkan diri kepada Tuhan mereka, siapa diantara mereka yang lebih dekat (kepadaNya), dan mereka mengharapkan rahmat-Nya serta takut akan siksa-Nya, sesungguhnya siksa Tuhanmu adalah sesuatu yang (harus) ditakuti.” (Al-Isra’: 57)
Read more…

Cinta Kepada Allah

July 25, 2008 3 comments

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab

Firman Allah Ta’ala (artinya): “Dan diantara manusia ada orang-orang yang mengangkat sembahan-sembahan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah.” (Al-Baqarah: 165)
Read more…

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.