Home > Shalat > Meninggalkan Shalat (2)

Meninggalkan Shalat (2)

Kapan seorang anak diperintahkan untuk shalat ?

Nabi bersabda:
مُرُوْا الصَّبِيَّ بِالصَّلَاةِ إِذَا بَلَغَ سَبْعَ سِنِيْنَ , فَإِذَا بَلَغَ عَشْرَ سِنِيْنَ فَاضْرِبُوْهُ عَلَيْهَا — رواه أبو داود
“Perintahkan seorang anak untuk mengerjakan shalat apabila telah berumur tujuh tahun, apabila telah berumur sepuluh tahun pukullah dia apabila meninggalkan shalat”.
Dalam riwayat yang lain Beliau bersabda: “Perintahkan anak-anak kalian untuk shalat sedangkan mereka berumur sepuluh tahun, dan pukullah mereka karena meninggalkan shalat sedangkan mereka berumur sepuluh tahun dan pisahkan tempat tidur mereka”.

Berkata Imam Abu Sulaima Al-Khaththabi: Hadits ini menunjukkan kerasnya hukuman bagi seorang anak apabila berani meningalkan shalat.
Dan sebagian sahabat Imam Syafi’I berhujjah (berdalil) dengan hadits ini tentang wajib dibunuhnya seorang yang meninggalkan shalat, apabila meninggalkannya dengan sengaja setelah baligh. Dan mereka berkata : Apabila berhak untuk dipukul ketika belum baligh, maka hal ini menunjukkan bahwasanya dia setelah balighnya berhak untuk dihukum dengan hukuman yang lebih keras dari pukulan. Dan tidak ada suatu hukuman yang lebih keras setelah pukulan kecuali hukuman mati.

Sedangkan para ulama berselisih didalam menghukumi orang yang meninggalkan shalat. Berkata Imam Malik. Imam Syafi’I dan Imam Ahmad: Orang ayng meninggalakan shalat dibnuh dengan pedang pada lehernya (dipenggal). Kemudian mereka berselisih tentang kafirnya mereka, apabila meninggalkannya tanpa udzur (halangan) sampai keluar dari waktunya, berkata Ibrahim An_Nakha’I, Abdullah bin Mubarak, Ahmad bin Hambal dan Ishaq bin Rahawaih: Dia telah kafir. Mereka berdalil dengan sabda Rasululah: ”Perjanjian antara kita dan mereka (orang kafir-pent) adalah sholat, barang siapa yang meninggalkannya sungguh telah kafir”, dan sabda Nabi: ”Antara seorang hamba dan kekufuran adalah meninggalkan sholat”.

Datang dalam sebuah hadits:
إِنَّ مَنْ حَافَظَ عَلَى الصَّلَاواَتِ الْمَكْتُوْبَةِ أَكْرَمَهُ اللَّهُ تعالى بِخَمْسِ كَرَاماتٍ, يَرْفَعُ عَنْهُ ضَيْقَ الْعَيْشِ وَعَذَابِ الْقَبْرِ وَيُعْطِيْهِ كِتَابَهُ بِيَمِيْنِهِ وَيَمُرُّ عَلَى الصِّرَاطِ كَالْبَرْقِ الْخَاطِفِ وَيَدْخُلُ الْجَنَّةَ بِغَيْرِ حِسَابٍ.
“Bahwasanya orang yang menjaga shalat-shalat yang diwajibkan (shalat lima waktu) Allah akan memuliakannya dengan lima kemuliaan: Allah akan mengangkat darinya kesempitan hidup dan adzab kubur, Allah akan memberikan kitabnya dengan tangan kanan, dia akan melintasi shirath (jembatan) seperti kilat yang menyambar dan dia akan masuk surga tanpa hisab”.

Dan barangsiapa yang meremehkan shalat maka Allah akan menghukumnya dengan lima belas hukuman: lima di dunia, tiga ketika akan mati, tiga ketika dalam kubur dan tiga ketika hari kiamat.

Adapun yang akan dia peroleh ketika di dunia:
Pertama : Hilangnya barakah dari umurnya.
Kedua : Hilangnya tanta-tanda orang shalih dari wajahnya.
Ketiga : Semua amalan yang dia kerjakan Allah tidak memberikan pahalanya.
Keempat : Doanya tidak diangkat ke langit (tidak terkabulkan).
Kelima : Dia tidak mendapatkan doanya orang-orang shalih.

Adapun yang akan menimpanya ketika akan mati:
Pertama : Dia akan mati dalam keadaan terhina.
Kedua : Mati dalam keadaan kelaparan.
Ketiga : Mati dalam keadaan haus, meskipun diberi minum dengan lautan dunia tidak akan
menghilangkan rasa hausnya.

Sedangkan adzab yang akan dia terima di dalam kuburnya:
Pertama: Kuburannya akan menyempit hingga tulang-tulangnya saling beradu.
Kedua: Kuburannya akan dinyalakan api sehingga ia akan membolak-balikkan tubuhnya di atas bara api.
Ketiga: Diletakkan pada kuburannya seekor ular naga yang bernama Syajja’ Al Aqra’ yang kedua matanya dari api dan kuku-kukunya dari besi yang panjang setiap kuku sepanjang perjalanan satu hari. Ular ini berkata kepada mayit: Aku adalah Syajja’ Al-Aqra’ dan suaranya menyerupai petir yang menggelegar. Kemudian berkata: Rabbku memerintahkanku untuk memukulmu karena engkau telah meremehkan shalat subuh dengan engkau laksanakan setelah matahari terbit, dan untuk memukulmu karena engkau telah meremehkan shalat dhuhur dengan engkau laksanakan setelah masuk waktu ashar, dan untuk memukulmu karena engkau telah meremehkan shalat ashar dengan engkau laksanakan setelah masuk waktu shalat maghrib, dan untuk memukulmu karena engkau telah meremehkan shalat maghrib dengan engkau laksanakan setelah masuk waktu shalat isya’, dan untuk memukulmu karena engkau telah meremehkan shalat isya’ dengan engkau laksanakan setelah masuk waktu shalat subuh. Ketika ular ini memukulnya dengan sekali pukul, maka mayat itu tenggelam ke dalam bumi sedalam tuju puluh dzira’. Dan mayat ini senantiasa di dalam bumi dalam keadaan tersiksa (teradzab) sampai hari kiamat.

Sedangkan adzab yang akan dia terima ketika dibangkitkan dari kubur (hari kiamat):
Pertama : Keras/sulitnya hitungan amalannya.
Kedua : Mendapatkan kemurkaan dari Allah.
Ketiga : Masuk neraka. Dan dalam riwayat yang lain,yang
Keempat : Dia datang pada hari kiamat dan pada wajahnya tertulis tiga kalimat:
1.Wahai orang yang meremehkan hak Allah.
2.Wahai orang yang dikhususkan dengan kemurkaan Allah.
3.Sebagimana engkau meremehkan hak Allah di dunia, maka sekarang engkau orang yang berputus asa dari rahmat Allah.

Ibnu Abbas berkata: Pada hari kiamat didatangkan seorang laki-laki dan berdiri dihadapan Allah, kemudian diperintahkan untuk dimasukkan kedalam neraka. Maka orang ini berkata: Ya Tuhan, kenapa (aku dimasukkan kedalam neraka –pent)?. Kemudian Allah menjawab: Karena engkau telah mengakhirkan shalat dari waktunya dan engkau dusta dengan sumpahmu.

Pada suatu hari Rasulullah bersabda kepada para sahabatnya: Ya Allah janganlah engkau tinggalkan di antara kami seorang yang celaka dan yang diharamkan. Kemudian berkata: Apakah kalian mengetahui siapakah orang yang celaka lagi diharamkan?. Para sahabatpun menjawab: Siapakah dia ya Rasulullah?. Beliau menjawab: orang yang meninggalkan shalat.

Dalam suatu riwayat dikatakan bahwasanya orang yang pertama kali menghitam wajahnya adalah wajah-wajah orang yang meninggalkan shalat, dan sesungguhnya di neraka ada sebuah lembah yang bernama Mulham di dalamnya terdapat banyak ular, yang mana besar setiap ular sebesar leher unta, panjang setiap ular sepanjang perjalanan satu bulan menyengat orang yang meninggalkan shalat, maka mendidihlah racun ular ini dalam tubuh orang yang meninggalkan shalat selama tuju puluh tahun, kemudian hancurlah daging orang ini.

Dalam sebuah hikayat diriwayatkan bahwasanya seorang wanita dari bani israil datang menemui Musa kemudian berkata: Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku telah melakukan perbuatan dosa besar dan sesungguhnya aku telah bertaubat kepada Allah, maka berdoalah kepada Allah untuk mengampuni dosa-dosaku dan menerima taubatku. Musapun bertanya kepadanya: Apa dosamu?. Wanita ini menjawab: Wahai Nabi Allah, sesungguhnya aku telah berzina sehingga aku melahirkan seorang anak kemudian aku bunuh anak itu. Maka Musa berkata kepadanya: Keluarlah wahai wanita fajir, sehingga tidak turun api dari langit yang membakar kita semua disebabkan oleh dosamu. Lalu wanita itu keluar dari sisi Musa dengan hati yang hancur. Maka turunlah Jibril dan berkata: Wahai Musa, Allah telah berkata kepadamu : Wahai Musa, kenapa engkau menolak seorang wanita yang bertaubat, bukankah engkau mendapatkan orang yang lebih jelek dari wanita itu?. Musapun berkata: Wahai Jibril siapakah orang yang lebih jelek dari wanita itu?. Jibril menjawab: Orang yang meninggalkan shalat dengan sengaja.

Dalam hikayat yang lain disebutkan bahwa seorang salaf mendatangi saudari perempuannya yang telah mati. Dalam penguburannya kantong uangnya terjatuh dalam kuburan dan tidak ada seorangpun yang mengetahuinya sampai dia pergi dari kuburan. Kemudia dia teringat kantong uangnya lalu mendatangi kuburan dan menggalinya setelah semua manusia pergi. Maka dia mendapati kuburan itu keluar darinya api yang menyala. Maka diapun menimbun kembali kuburan tersebut dengan tanah lalu kembali pulang menemui ibunya dalam keadaan menangis dan sedih seraya berkata: Wahai ibu, khabarkan kepadaku tentang saudara perempuanku apa yang dia kerjakan (ketika hidup di dunia)?. Ibunyapun bertanya: Kenapa engkau bertanya tentang saudara perempuanmu?. Dia pun berkata : Wahai ibuku aku melihat kuburannya keluar api yang menyala . maka ibunya menangis dan berkata : “ wahai anakku , saudara perempuanmu dulu suka meremehkan sholat dan mengakhirkan waktunya , ini adalah keadaan orang yang mengakhirkan sholat, maka bagaimana keadaan orang yang tidak sholat?. Kita memohon kepada Allah untuk menolong kita dalam menjaga sholat tepat pada waktunya sesungguhnya Allah maha pemurah lagi maha mulia.

Hukuman orang yang mematuk dalam sholat dan tidak menyempurnakan ruku’ dan sujudnya.

Diriwayatkan dalam tafsir firman Allah :
Maka celakalah bagi orang-orang yang sholat, yaitu orang-orang yang lalai dari sholatnya.
Yaitu orang yang mematuk dalam sholatnya dan tidak menyempurnakan ruku’ dan sujudnya.
Dari Abu Hurairoh, dia berkata : Bahwasanya seorang laki-laki masuk masjid dan Rosulullah sedang duduk dalm masjid. Kemudian laki-laki ini sholat lalu mendatangi Rosulullah dan mengucapkan salam kepadanya. Maka Rosulullah menjawab salamnya lalu bersabda :”Kembalilah dan sholatlah karena sesungguhnya engkau belum sholat”, maka diapun kembali dan sholat sebagaimana sholatnya yang semula. Kemudian laki-laki ini sholat lalu mendatangi Rosulullah dan mengucapkan salam kepadanya. Maka Rosulullah menjawab salamnya lalu bersabda :”Kembalilah dan sholatlah karena sesungguhnya engkau belum sholat”, maka diapun kembali dan sholat sebagaimana sholatnya yang semula. Kemudian laki-laki ini sholat lalu mendatangi Rosulullah dan mengucapkan salam kepadanya. Maka Rosulullah menjawab salamnya lalu bersabda :”Kembalilah dan sholatlah karena sesungguhnya engkau belum sholat”. Dan pada kali yang ketiga dia berkata :”Demi yang mengutusmu dengan kebenaran wahai Rosulullah aku tidak dapat mengerjakan yang lebih baik dari ini, maka ajarilah aku”. Nabipun bersabda : ”Jika engkau berdiri untuk sholat maka bertakbirlah kemudian bacalah apa yang mudah bagimu dari Al-Qur’an, kemudian ruku’lah sampai engkau tuma’ninah dalam ruku’, lalu bangunlah dari ruku’ sampai engkau berdiri tegak, lalu sujudlah sampai engkau tuma’ninah dalam sujud, kemudian duduklah diantara dua sujud sampai engkau tuma’ninah dalam duduk. Kemudian sujudlah sampai engkau tuma’ninah dalam sujud, dan kerjakanlah yang demikian itu di seluruh sholatmu”. (Diriwayatkan oleh Bukhori dan Muslim)

Rosulullah bersabda :”Tidaklah sah sholat yang seseorang itu tidak menegakkan tulang sulbinya di dalam ruku’ dan sujud” (Diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Abu Dawud dan Thirmidzi, dan Thirmidzi berkata: ”Hadits hasan shohih).

Dan dalam riwayat yang lain : “Sampai dia itu menegakkan punggungnya di dalam ruku’ dan sujud”.
Ini adalah nash dari Nabi yang menyatakan bahwasanya orang yang sholat dan tidak menegakkan punggungnya setelah ruku’ dan sujud sebagaimana semula, maka sholatnya batal. Demikian pula tuma’ninah yaitu menetapnya setiap anggota badan pada tempatnya.

Dan telah tetap dari Nabi, Beliau bersabda: Sejelek-jelek manusia dalam mencuri adalah yang mencuri dalam shalatnya. Lalu ditanyakan : Bagaimana dia mencuri dalam shalatnya?. Beliupun bersabda: Dia tidak menyempurnakan ruku’ dan sujudnya dan tidak menyempurnakan pula bacaannya. Dan Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah bersabda: Allah tidak melihat kepada seorang yang tidak menegakkan sulbinya di antara ruku’ dan sujudnya.

Nabi bersabda: “Itu adalah shalat orang munafik yang duduk-duduk memperhatikan matahari sampai setelah akan tenggelam, dia berdiri kemudian mematuk empat kali tidak menyebut Allah di dalamnya kecualli sedikit sekali”.

Dari kitab Al-Kabair “Dosa-Dosa Besar” oleh Imam Adz-Dzahabi

  1. yantie
    July 26, 2008 at 6:57 pm

    assalamu’alaikum wr.wb
    SubhanALLAH artikelnya bagus banget,,
    Quetions!!
    1.bagaimana jika seorang wanita hendak melakukan sholat tp mukenah yang di pakai itu tipis or tembus pandang,dan sholat itu di lakukan di rumah?
    2.bagaimana adab pakaian wanita dalam sholat?
    3.menurut pandangan islam seorang wanita lebih baik sholat di masjid or di rumah?
    4.bagaimana hukumnya wanita yang melakukan sholat jum’at di masjid?

    wassalamu’alaikum wr.wb

  2. August 9, 2008 at 7:18 am

    1&2. wajib bagi kita untuk menutup aurat ketika kita sedang sholat, entah itu sholat di rumah maupun di masjid. karena menutup aurat merupakan salah satu syarat sahnya sholat.
    aurat bagi wanita adalah semua anggota tubuhnya kecuali wajah dan telapak tangan.
    pakaian yg tipis atau tembus pandang belum disebut dengan menutup aurat.
    3. lebih utama bagi wanita sholat di masjid.
    4. boleh wanita melakukan sholat jum’at di masjid.
    ====> penjelasan lebih lengkap untuk jawaban-jawaban ini bisa dibaca di artikel tentang Muslimah.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: