Home > Fiqih > Mengapa Khamr Haram?

Mengapa Khamr Haram?

(Sepenggal Kisah Tentang Kecerdasan Iyas bin Mu’awiyah bin Qurrah Al-Muzanni)

Iyas bin Mu’awiyah bin Qurrah Al-Muzanni lahir pada tahun 46 H di daerah Yamamah Nejed. Kemudian beliau pindah ke Bashrah beserta seluruh keluarganya. Di sanalah beliau tumbuh berkembang dan belajar. Beliau sering mondar-mandir ke Damaskus ketika masih belia untuk menimba ilmu dari sisa-sisa sahabat yang mulia dan tokoh-tokoh tabi’in yang agung. Telah nampak bakat dan kecerdasan beliau sejak kecil. Orang-orang sering membicarakan kehebatan dan kecerdasannya. Tersebarlah berita tentang kecerdasan Iyas, orang-orang berdatangan kepadanya dari berbagai penjuru untuk bertanya tentang ilmu dan agama. Sebagian ingin belajar, sebagian lagi ada yang ingin menguji dan ada pula yang hendak berdebat.

Di antara mereka ada Duhqan (seperti jabatan lurah di kalangan Persi dahulu) yang datang ke majelisnya dan bertanya,
Duhqan : “Wahai Abu Wa’ilah, bagaimana pendapatmu tentang minuman yang memabukkan?”
Iyas : “Haram!”

Duhqan : “Dari sisi mana dikatakan haram, sedangkan ia tak lebih dari buah dan air yang diolah, sedangkan keduanya sama-sama halal?”
Iyas :”Apakah engkau sudah selesai bicara,wahai Duhqan, ataukah masih ada yang hendak kau sampaikan?”

Duhqan :”Sudah, silakan bicara!”
Iyas :”Seandainya kuambil air dan kusiramkan ke mukamu, apakah engkau merasa sakit?”
Duhqan :”Tidak!”

Iyas :”Jika kuambil segenggam pasir dan kulempar kepadamu apakah terasa sakit?”
Duhqan :”Tidak!”
Iyas :”Jika aku mengambil segenggam semen dan kulemparkan kepadamu apakah terasa sakit?”
Duhqan :”Tidak!”

Iyas : “Sekarang, jika kuambil pasir, lalu kucampur dengan segenggam semen, lalu aku tuangkan air diatasnya dan kuaduk, lalu kujemur hingga kering, lalu kupukulkan ke kepalamu, apakah engkau merasa sakit?”
Duhqan :”Benar, bahkan bisa membunuhku.”

Iyas :”Begitulah halnya khamr. Di saat kau kumpulkan bagian-bagiannya lalu kau olah menjadi minuman yang memabukkan, maka ia menjadi haram.”

Shuwaru min Hayati At-Tabi’in, Dr. Abdurrahman Ra’fat Basya

  1. March 21, 2012 at 3:28 am

    ijin copy ceritanya ya mas menarik untuk disampaikan ke teman2

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: