Home > Nasehat > PENTINGNYA BAHASA ARAB

PENTINGNYA BAHASA ARAB

PENTINGNYA BAHASA ARAB

Manusia menjadi buta agama, bodoh dan selalu berselisih paham karena mereka meninggalkan bahasa Arab dan lebih mengutamakan konsep Aristoteles. (Imam Syafi’i –Siyaru A’lamin Nubula)

Itulah ungkapan Imam Syafi’i untuk umat agar kita jangan meminggirkan bahasa kebanggaan umat Islam. Seandainya sang Imam menyaksikan sikap umat sekarang ini terhadap bahasa Arab, tentulah keprihatinan beliau akan semakin memuncak. Bahasa Arab berbeda dengan bahasa-bahasa lain yang menjadi alat komunikasi di kalangan umat manusia. Ragam keunggulan bahasa Arab begitu banyak. Idealnya, umat Islam mencurahkan perhatiannya terhadap bahasa ini. Baik dengan mempelajarinya untuk diri mereka sendiri ataupun memfasilitasi dan mengarahkan anak-anak untuk tujuan tersebut.

Di masa lampau bahasa Arab sangat mendapatkan tempat di hati kaum muslimin. Ulama dan bahkan para khalifah tidak melihatnya dengan sebelah mata. Fashahah (kebenaran dalam berbahasa) dan ketajaman lidah dalam berbahasa menjadi salah satu indikasi keberhasilan orang tua dalam mendidik anaknya saat masa kecil.

Redupnya perhatian terhadap bahasa Arab nampak ketika penyebaran Islam sudah memasuki negara-negara ‘ajam (non Arab). Antarras saling berinteraksi dan bersatu di bawah payung Islam. Kesalahan ejaan semakin dominan dalam perbincangan. Apalagi bila dicermati realita umat Islam sekarang pada umumnya banyak yang menganaktirikan bahasa Arab. Yang cukup memprihatinkan ternyata para orang tua kurang mendorong anak-anaknya agar dapat menekuni bahasa Arab.

Keistimewaan Bahasa Arab

1. Bahasa Arab adalah bahasa Al-Qur’an, Allah berfirman : “Sesungguhnya Kami telah menjadikan Al-Qur’an dalam bahasa Arab, supaya kalian memahaminya. (T.Q.S. Az-Zukhruf : 3)

2. Bahasa Arab adalah bahasa Nabi Muhammad dan bahasa verbal para shahabat. Hadits-hadits Nabi yang sampai pada kita dengan berbahasa Arab. Demikian juga kitab-kitab fikih dan kitab-kitab yang lain tertulis dengan bahasa Arab. Oleh karena itu, penguasaan bahasa Arab menjadi pintu gerbang dalam memahaminya.

3. Susunan kata bahasa Arab tidak banyak. Kebanyakan terdiri atas susunan tiga huruf saja. Ini akan mempermudah pemahaman dan pengucapannya.

4. Indahnya kosakata Arab. Orang mencermati ungkapan dan kalimat dalam bahasa Arab, ia akan merasakan sebuah ungkapan yang indah dan gamblang, tersusun dengan kata-kata yang ringkas dan padat.

Petunjuk Urgensi Belajar Bahasa Arab

1. Teguran keras terhadap kekeliruan dalam berbahasa.

Berbahasa yang baik dan benar sudah menjadi tradisi generasi Salaf. Oleh karena itu, kekeliruan dalam pengucapan ataupun ungkapan yang tidak seirama dengan kaidah bakunya dianggap sebagai cacat, yang mengurangi martabat di mata orang banyak. Apalagi bila hal itu terjadi pada orang yang terpandang. Ibnul Anbari menyatakan:”Bagaimana mungkin perkataan yang keliru dianggap baik? bangsa Arab sangat menyukai orang yang berbahasa baik dan benar, memandang orang-orang yang keliru dengan sebelah mata dan menyingkirkan mereka”.

2. Perhatian Salaf Terhadap Bahasa Arab.

Umar bin Khoththob pernah menulis surat kepada Abu Musa yang berisi pesan: “Amma ba’du, pahamilah sunnah dan pelajarilah bahasa Arab”. Pada kesempatan lain beliau mengatakan: “Semoga Allah merahmati orang yang meluruskan lisannya dengan belajar bahasa Arab”. Pada kesempatan lain beliau menyatakan: “Pelajarilah agama dan ibadah yang baik serta mendalami bahasa Arab”. Beliau juga mengatakan: “Pelajarilah bahasa Arab, sebab ia mampu menguatkan akal dan menambah kehormatan”. (Sirah Umar bin Khoththob karya Ibnul Jauzi)

Para ulama tidak mengecilkan arti bahasa Arab. Mereka tetap memberikan perhatian yang besar dalam menekuninya, layaknya ilmu syar’i lainnya. Sebab bahasa Arab adalah perangkat dan srana untuk memahami ilmu syariat.

Imam Syafi’i berkata: “Aku tinggal di pedesaan selama dua puluh tahun. Aku pelajari syair-syair dan bahasa mereka. Aku menghafal Al-Qur’an. Tidak pernah ada satu kata yang lewat olehku, kecuali aku memahami maknanya”.

Imam Syafi’i telah mencapai puncak dalam penguasaan bahasa Arab, sehingga dijuluki sebagai orang Quraisy yang paling fasih pada masanya. Dia termasuk yang menjadi jukukan bahasa Arab.

Ulama lain yang terkenal memiliki perhatian yang besar terhadap bahasa Arab adalah Imam Syaukani. Beliau menimba ilmu nahwu dan sharaf dari tiga ulama sekaligus, yaitu : Sayyid Ismail bin Al-Hasan, Allamah Abdullah bin Ismail an Anahmi dan Allamah Qasim bin Muhammad Al Khaulani.

3. Anak-anak khalifah juga belajar Bahasa Arab.

Para Khalifah dahulu juga memberikan perhatian besar terhadap bahasa Arab. Selain mereka mengajarkan pada anak-anak mereka ilmu agama, meeka juga memberikan jadal khusus umtuk memperdalam bahasa Arab dan sastranya. Motivasi mereka, lantaran mengetahui nilai positif bahasa Arab terhadap gaya ucapan mereka, penanaman budi pekerti, perbaikan ungkapan dalam berbicara, modal dasar mempelajari Islam dan referensinya. Oleh karena itu,ulama bahasa Arab juga memiliki kedudukan dalam pemerintahan dan dekat dengan khalifah. Al Ahmar An Nahwi berkata: “Aku diperintahkan Ar Rasyid untuk mengajarkan sastra Arab kepada anaknya, Muhammad Al Amin. Al Makmun dan Al Amin juga pernah dididik pakar bahasa yang bernama Abul Hasan ‘Ali bin Hamzah Al Kisa’i yang menjadi orang dekat khalifah. Demikian juga pakar bahasa lain yang dikenal dengan Abu Ishaq Ibrahim bin Muhammad bin As Sari mengajari anak-anak Khalfah Al Mu’tadhid pelajaran bahasa Arab.

Pengaruh Bahasa Arab Untuk Pendidikan

1. Mempermudah penguasaan terhadap ilmu pengetahuan

Islam sangat menekankan pentingnya aspek pengetahuan melalui membaca. Firman Allah, “Bacalah dengan nama Rabbmu yang menciptakan”. (T.Q.S. Al ‘Alaq : 1)

Melalui bahasa Arab, orang dapat meraih ilmu pengetahuan, sebab bahasa Arab telah menjadi sarana mentrasfer pengetahuan. Bukti konkretnya, banyak ulama mengabadikan bebagai disiplin ilmu dalam bait-bait syair yang lebih dikenal dengan nazham (manzhumah atau nazhaman). Dengan ini, seseorang akan relatif lebih mudah mempelajarinya, lantaran tertarik pada keindahan susunannya, dan menjadi keharusan untuk menghafalnya bagi orang yang ingin benar-benar menguasainya dengan baik. Sebagai berikut contoh, kitab Asy Syathibiyah fi Al Qiraati As Sab’i Al Mutawatirati ‘Anil Aimmati Al Qurrai As Sab’ah, adalah matan syair yang berisi pelajaran qiraah sab’ah, karangan Imam Al Qasim bin Firah Asy Syathibi. Buku lain yang berbentuk untaian syair, Al Jazariyah, yaitu buku tentang tajwid karya Imam Muhammad bin Muhammad Al Jazari.

2. Meningkatkan daya pikir

Dalam hal ini Umar bin Khoththob berkata: “Pelajarilah bahasa Arab, sebab ia mampu menguatkan akal dan menambah kehormatan”. Pengkajian bahasa Arab akan meningkatkan daya pikir seseorang, karena di dalam bahasa Arab terdapat susunan yang indah dan perpaduan yang serasi antarkalimat. Hal itu akan mengundang seseorang untuk mengoptimalkan daya imajinasinya. Dan ini salah satu faktor yang secara perlahan akan menajamkan kekuatan intelektual seseorang. Renungkanlah firman Allah: “Barang siapa yang menyekutukan sesuatu dengan Allah, maka ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh”. (T.Q.S Al Hajj : 31 )

Karena dahsyatnya bahaya syirik kepada slla, maka permisalan orang yang melakukannya bagaikan sesuatu yang jatuh dari langit yang langsung disambar burung hingga terpotong-potong tubuhnya. Demikian perihal orang musyrik, ketika ia meninggalkan keimanan, maka syetan-syetan ramai-ramai menyambarnya sehingga terkoyak dari segala sisi, agama dan dunianya. (Tafsir As Sa’di)

3. Mempengaruhi pembinaan akhlak

Orang yang menyelami bahasa Arab akan membuktikan bahwa bahasa Arab merupakan sarana untuk membentuk moral luhur dan memangkas perangai kotor. Berkaitan dengan itu Ibnu Taimiyah berkata: “Ketahuilah, perhatian terhadap bahasa Arab akan berpengaruh sekali terhadap daya intelektulitas, moral, agama seseorang dengan pengaruh yang sangat kuat lagi nyata. Demikian juga akan mempunyai efek positif untuk berusaha meneladani generasi awal umat ini dari kalangan shahabat, tabi’in dan meniru mereka, akan meningkatkan daya kecerdasan, agama dan etika”.( Iqtidha Shiratil Mustaqim)

Jadi bahasa Arab tetap penting. Bahkan menjadi ciri khas kaum muslimin. Seyogyanya menjadi perhatian kaum muslimin. Dengan memahami bahasa Arab, penguasaan terhadap Al Qur’an dan As Sunnah menjadi lebih mudah. Pada gilirannya akan mengantarkan orang untuk dapat menghayati nilai-nilainya dan mengamalkannya dalam kehidupan.

Diambil dari majalah As Sunnah, edisi 02?Tahun IX/1426H/2005M

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

<span>%d</span> bloggers like this: